| Skandal Bank Century, Pimpinan DPR Belum Terima Surat Pansus |
| Senin, 28 Desember 2009 09:43 |
|
LINTAS INDONESIA -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie mengatakan belum menerima surat tim Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century berkaitan dengan usulan penonaktifan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pada 18 Desember lalu, Pansus menyatakan telah mengirim surat tersebut ke pimpinan DPR. "Saya sudah cek ke Sekretariat DPR dan tidak ada surat masuk dari Pansus," kata Marzuki di Gedung DPR, Senin, 28 Desember 2009. Sebab itu, kata Marzuki, penonaktifan Boediono dan Sri belum diagendakan dalam rapat pimpinan. Pimpinan baru dapat membahas imbauan Pansus tersebut jika surat telah sampai. "Kemudian pimpinan membacakan dalam sidang paripurna. Tentu ada silang pendapat di sana," ujar Marzuki. Pekan lalu, Marzuki mengungkapkan imbauan Pansus yang memicu polemik itu belum ditandatangani pimpinan. Rencananya, surat tersebut akan dibahas dalam rapat pimpinan siang ini. Namun rapat dibatalkan karena tidak memenuhi kuorum. "Rapat pimpinan dinyatakan kuorum bila dihadiri minimal tiga dari lima pimpinan sesuai pasal 240," kata dia. Hanya dua pimpinan yang hadir dalam rapat pimpinan DPR, siang ini, yaitu Marzuki dan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Marzuki mengatakan Pramono Anung dan Anis Matta sedang mengambil cuti. Sementara Marwoto tidak dapat hadir karena sakit. Marzuki mengaku memaklumi ketidakhadiran tiga koleganya itu. "Tidak ada yang salah karena memang masih masa reses," kata mantan sekretaris jenderal Demokrat itu. Masa reses dimulai 4 Desember 2009 dan berakhir pada 3 Januari 2010. Sidang paripurna pembukaan masa sidang berikutnya akan diadakan pada 4 Januari 2010.(Vv/yat) |




