BURSAH ZARNUBI, Pembangunan Indonesia harus dilakukan berbasis Pertanian Pedesaan.
Minggu, 29 Agustus 2010 05:40
LINTAS INDONESIA - Kemeriahan tampak saat berkumpulnya para aktivis untuk melakukan silahturahmi sekaligus mempererat persaudaraan sesama umat Islam dalam bulan suci Ramadhan,di kediaman Bursah Zarnubi saat buka bersama dengan  Pimpinan Kolektif Majelis Nasional KAHMI – Korps Alumni HMI dan Aktivis Cipayung


Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi begitu semangat ketika ditemui Lintas Indonesia.com  saat ditanya tentang agenda utamanya , ”sebagai Ketua Umum PBR,”  katanya mengawali pembicaraan sambil santai.,”agenda politik saat ini, dikurangi dulu.” jawab Bursah. Tapi PBR saat ini berkonsentrasi untuk memberikan solusi untuk mengatasi kemiskinan dan menyediakan lapangan kerja bagi para penggangguran.


”Merujuk data BPS tahun 2005 jumlah penduduk miskin indonesia mencapai 35 juta atau 16 persen dari total penduduk indonesia yg berkisar 220 juta. Selain angka tersebut, masih terdapat 30 juta penduduk Indonesia yg termasuk kategori nyaris miskin,”ujar bang Bursah menjelaskan secara detail.

Karena Indonesia adalah negara agraris dan sebagian penduduknya tinggal di pedesaan, maka sebagian besar penduduk miskin tinggal di daerah pedesaan. Data BPS September 2006 menyebutkan bahwa 63, 41 % penduduk miskin Indonesia hidup di sektor pertanian dan tinggal di pedesaan. Penduduk miskin di pedasaan pada umumnya terdiri dari buruh tani atau petani gurem (dengan kepemilikan lahan yang sangat terbatas) . Menurut sensus Pertanian 2003, jumlah rumah tangga petani gurem dengan penguasaan lahan kurang dari 0,5 hektar (milik sendiri atau menyewa) meningkat dari 10, 8 juta rumah tangga(per tahun 1993) menjadi 13, 7 juta rumah tangga (per tahun 2003)

”Setidaknya ada beberapa hal harus diperhatikan  dengan berbagai data di atas menggambarkan tiga hal,” Ujar bang Bursah menambahkan
Pertama, sebagian besar penduduk miskin Indonesia tinggal di pedesaan. Kedua, sebagian besar dari mereka adalah petani gurem atau buruh tani. Ketiga, sumbangan sektor pertanian terhadap pembentukan PDB dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Atas dasar tiga hal tersebut, pengentasan kemiskinan di Indonesia harus dilakukan melalui pembangunan berbasis pertanian pedesaan. (Agus Salim)

 

 

 
Baner