| Bambang Soesatyo: RUU Keistimewaan Yogyakarta,seharusnya Setgab diajak bicara |
| Kamis, 30 Desember 2010 17:51 |
LINTAS INDONESIA - Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai sekretariat gabungan partai koalisi bukanlah bemper untuk meloloskan semua kebijakan pemerintah."Kalau hanya dijadikan bemper pemerintah ya buat apa Setgab diteruskan," kata Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo Anggota DPR Fraksi Golkar tersebut di Jakarta Bambang menilai sekretariat gabungan partai koalisi bukanlah bemper untuk meloloskan semua kebijakan pemerintah. Ia mencontohkan, terkait dengan RUU Keistimewaan Yogyakarta. Menurut dia, seharusnya Setgab diajak bicara untuk mencari solusi mengapresiasi aspirasi dari warga Yogyakarta. "Bicara soal RUU Keistimewaan Yogyakarta, harusnya Setgab itu bicara bagaimana mengapresiasi aspirasi warga Yogya, bukan menyusun kekuatan perlawanan pada Yogya," katanya.Ia mengatakan, Setgab tidak akan pernah efektif bila hanya digunakan untuk melanggengkan kekuasaan. Untuk itu, menurut dia, Setgab saat ini perlu untuk direstorasi kembali. "Kalau Setgab tidak lagi memikirkan rakyat dan hanya bicara kekuasaan maka setgab sudah melenceng dari niat pembentukannya, harus diperbaiki, harus ada restorasi lagi dari Setgab kalau memang ini dipertahankan," katanya. Sementara itu, Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiharto menilai Setgab memang perlu diformat kembali agar dapat berjalan efektif. Ia menilai Setgab diperlukan untuk menjembatani antara sistem presidensial dengan sistem multipartai.(ant/ronald) |
LINTAS INDONESIA - Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai sekretariat gabungan partai koalisi bukanlah bemper untuk meloloskan semua kebijakan pemerintah.





