“SEJARAH KEPEMUDAAN DAN DUALISME PEMUDA DI TUBUH (KNPI)”
Rabu, 23 Februari 2011 17:08

Lintas Indonesia.com -Jakarta. “ Pemuda adalah penerus bangsa tanpa organisasi kepemudaan bangsa ini tidak akan besar. Bung Soekarno penah mengatakan berilah Aku 10 anak muda di negeri ini maka akan Aku pindahkan Gunung mahameru

 Para pendiri bangsa di negeri ini sungguhnya  untuk mempertahankan negeri ini tentunya mengorbankan jiwa dan raga nyawa dan semangat demi bangsa dan Negara dalam  naungan (NKRI).
 Demokrasi memberikan jaminan masa depan kepemimpinan kepemudaan  Indonesia tidak akan kelabu. Kaum muda memiliki hak  yang sama untuk menjadi pemimpin. Tetapi demokrasi tidak menjamin pemimpin yang dihasilkan adalah orang yang terbaik.

Untuk itu perlu penyiapan kader-kader calon pemimpin bangsa yang memiliki komitmen dan visi kerakyatan.kaum muda tidak harus memiliki kesadaran  bahwa bangsa ini tidak diserahkan kepada para pemimpin yang tidak bermoral.

 

Namun di tengah-tengah  pemuda nasib bangsa ini ditentukan. Maka  persiapkanlah  diri kalian kata Bung Soekarno  untuk mengisi kepemimpinan (lokal / nasional) dan jadikanlah  pimpinan yang amanah.Hal itu menjadikan cermin bagaimana saat sekarang ini terjadi dualisme KNPI yang otomatis sangat merugikan bangsa dan negara atas tidak produktifnya kreatifitas pemuda dan memperpanjang memperlebar sekaligus memperdalam konflik Internal KNPI itu sendiri

“ Menurut keterangan DR.Azis Syamsuddin  Wakil Ketua Komisi III DPR RI” ketika di temui Lintas Indonesia.com di ruangan kerjanya Senayan Jakarta  menjelaskan secara tegas dualisme kepemimpinan di KNPI  sudah di serahkan ke Menegpora, artinya KNPI sudah  menyatu  kembali. Apakah pecahnya KNPI ada tekanan dari pihak lain. "Tidak, " ujar Azis yang juga Ketua Umum KNPI, Azis  mengulas kembali  bahwa SC pada waktu itu sangat berperan saya hanya sebagai kandidat (KNPI) yang sah dan adanya di kongres Bali.Hal ini  sesuai UU kepemudaan.  dan umur kepemudaaan itu di dalam  tubuh KNPI sendiri.
Demikian Azis  politisi Partai Golkar ini,  menjelaskan dengan santai di DPR RI  dan Azis merupakan salah satu tokoh dari Sum-Sel Kelahiran Jakarta  ( Agus Salim)