Hariman Siregar : PSSI sudah menjadi sebuah bisnis besar
Senin, 07 Maret 2011 12:16
LINTAS INDONESIA - "PSSI sudah tidak lagi menjadi olahraga rakyat yang amatiran, atau hanya sekadar sebuah kesenangan semata, seperti yang saya alami dulu sebagai pengurus PSSI tingkat Kodya Jakarta Selatan. Tapi hari ini, PSSI sudah menjadi sebuah bisnis besar," Ujar Aktivis mahasiswa 1974 Hariman Siregar yang yang juga mantan pengurus PSSI Kodya Jakarta Selatan katanya di Jakarta, Senin.

Dengan kondisi tersebut, sambung Hariman, dalam industri sepakbola yang notabene dikelola oleh PSSI, membutuhkan uang besar. Itu bisa dilihat dari bagaimana pengelolaan sebuah turnamen yang membutuhkan uang tidak sedikit. Mulai dari tata pengelolaan, iklan, tayangan langsung di televisi maupun fasilitas bagi pemain maupun mereka-mereka yang terlibat di dalamnya.

"Sehingga, ada baiknya kita melihat dulu PSSI dan FIFA mau bagaimana. Biarkan mereka melangkah sesuai dengan polanya. Dan Negara tidak perlu ikut campur di wilayah itu. Yang perlu dilakukan pemerintah adalah bagaimana mereka mengurusi dasar-dasar olahraganya saja. Seperti pembinaan olahraga di tingkat sekolah, fasilitas olahraga yang berkualitas seperti lapangan dan lainnya sesuai tata ruang yang ada, serta memberikan kemudahan bagi mereka yang berprestasi,” ujarnya.

Menurut dia, jika PSSI maupun pemerintah memahami perannya masing-masing, lanjut Hariman, harapan akan meningkatnya kualitas dan prestasi olahraga tanah air pasti akan terwujud.

"Tapi sekarang, saya lihat pemerintah sudah terjebak. Olahraga, khususnya dunia sepakbola, sudah jauh berubah. Sepakbola sudah menjadi bisnis. Jadi, biarkan FIFA yang mengatur PSSI dan pemerintah menjadi fasilitator memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan dengan kualitas terbaik," kata Hariman.

Dia melihat, saat ini mereka yang mau ikut masuk pengurus ke PSSI sesungguhnya tidak memahami bahwa sepakbola sudah berubah menjadi industri besar yang sarat dengan profesionalisme. "Karena ke depan, pemain asing yang bermain di Indonesia akan semakin banyak dan penontonnya pun semakin bertambah dengan pola supporter yang semakin professional. Ini yang perlu kita perhatikan bersama," tegasnya. (ant/rober)
 
Baner