HUKUM

BPOM Gagal Hadirkan Saksi Ahli, Kuasa Hukum PT MGM Yakin Menang

, LINTASINDONESIA.com
- FOTO | ISTIMEWA ]
LINTASINDONESIA.COM, -- JAKARTA. Kuasa Hukum PT Mutiara Gulong Makmur (MGM) yakin pihaknya akan memenangkan gugatan terhadap Badan Pengawaa Obat dan Makanan (BPOM) di PN Jakarta Timur.

Apalagi, dalam sidang lanjutan Senin (27/11) kemaren, pihak BPOM tidak bisa menghadirkan saksk ahli yang sudah diagendakan sebelumnya.

Ketidakhadiran saksi ahli dari BPOM tersebut, membuat hakim Adhi Budi Sulistyo yang memimpin sidang langsung menyatakan bahwa kesempatan BPOM sebagai pihak tergugat tertutup sudah untuk menghadirkan saksi ahli dalam sidang berikutnya.

Kuasa hukum PT MGM, Masriadi Pasaribu menerangkan, agenda menghadirkan saksi ahli dari pihak tergugat adalah kesanggupan tergugat sendiri setelah ditanya oleh majelis hakim dalam sidang tanggal 20/11 lalu. Namun pada sidang Senin (27/11) di depan majelis hakim tergugat menyatakan tidak bisa menghadirkan saksi ahli tersebut.

"Agenda dalam sidang Senin mendatang Majelis Hakim mempersilakan penggugat dan tergugat untuk membawa bukti tertulis lainnya untuk memperkuat alibi masing-masing di depan sidang," kata Masriadi dari kantor pengacara Riswan & Partner.

Agen Dirugikan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pengadilan PTUN Jakarta Timur masih menyidangkan No.perkara.131/G/2017/PTUN - JKT antara PT. Mutiara Gulong makmur sebagai penggugat melawan BPOM sebagai tergugat dan PT.PROMEXX INTI CORPORATAMA sebagai tergugat II Interpensi.

Penggugat diwakili tim kuasa hukum terdiri dari Riswan Effendi, SH, Harya Juang Siregar, SH, dan Masriadi Pasaribu, SH, MM, dari kantor pengacara Riswan & Partner.

Dalam sidang sebelumnya, penggugat telah menghadirkan saksi yang dirugikan bernama Ir Susanto, MM, yang merupakan salah seorang distributor resmi produk makanan dan minuman dari PT MGM.

Akibat pengalihan ijin secara sepihak oleh BPOM kepada pihak lain, yakni PT Promexx Inti Corporatama, sebagai agen yang telah ditunjuk importir resmi PT MGM, dia mengaku mengalami kerugian material sebesar Rp 2 milyar akibat tidak mendapat pasokan produk dan melaksanakan pekerjaan keagenan lainnya.[]

Artikel Terkait
Terpopuler