| Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kotabaru Dibangun |
| Senin, 01 Februari 2010 06:02 |
|
LINTAS INDONESIA- Pembangunan pembangkit listrik (power plant) tenaga uap berukuran 2X7 Mw di Kemuning, Pulau Laut Utara, Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), dimulai untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di daerah itu. Manajer PT Perusahaan Listrik Negara Cabang Kotabaru Ir Burhan di Kotabaru, Senin (1/2), mengatakan, Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Kotabaru dengan PT PLN Wilayah Kalselteng tentang pembangunan power plant telah ditandantangani kedua belah pihak pada 26 Januari lalu. "Setelah MoU itu ditandatangani Bupati Kotabaru H Sjachrani Mataja dengan Manajer Umum PLN Wilayah Kalselteng Wahidin Sitompul, maka pembangunan pembangkit listrik akan segera direalisasikan," jelas Burhan. Dalam MoU tersebut meminta pemerintah daerah mengalokasikan dana untuk pembebasan lahan 10 hektare di lokasi pembangkit listrik itu. Untuk membangun pembangkit listrik itu, pemerintah menyerahkan beberapa lokasi alternatif untuk dipilih PT PLN yang cocok untuk pembangunan pembangkit listrik itu. "Dari beberapa lokasi yang ditawarkan pemerintah daerah, lokasi di Kemuning cukup strategis menjadi lokasi pembangunan pembangkit listrik, karena mata angin sesuai yang dibutuhkan, ketinggian dari air laut, serta mudah untuk pengiriman BBM," ujarnya. Menurut JM Wahidin, kata Burhan, ketetapan pemenang lelang pekerjaan pembangunan pembangkit listrik paling lambat Oktober 2010. "Tetapi mudah-mudahan lebih cepat dari itu," terangnya. Jika tidak ada masalah lahan dan yang lainnya, lanjut dia, pembangunan pembangkit listrik akan terealisasi lebih cepat dari yang diperkirakan sekitar dua tahun. Burhan berharap, pembangunan power plant diharapkan dapat mengatasi krisis listrik di Kotabaru yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini. Hingga saat ini, PLN telah menerima ribuan calon pelanggan baru yang telah mendaftar, namun tidak dapat dilayani PT PLN karena daya yang diproduksi oleh delapan unit mesin sendiri dan mesin sewa dengan total sekitar 7,5 Mw masih belum mencukupi. (Ant/MI/Tammo) |



