| Puluhan Tambang Batu Bara di Kalsel Tutup |
| Kamis, 11 Februari 2010 06:50 |
|
LINTAS INDONESIA-Sebanyak 35 perusahaan tambang batu bara di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan tutup karena terganjal syarat izin pinjam pakai kawasan hutan serta fluktuasi harga batu bara dunia. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kotabaru, Akhmad Rivai, Kamis (11/2). "35 perusahaan dari 50 perusahaan yang ada di Kotabaru tidak lagi beroperasi," katanya. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penurunan produksi batu bara dari perusahaan tambang skala kecil (izin KP) dari 6,5 juta ton pada 2008 menjadi 1,5 juta ton pada 2009. Tetapi perusahaan tambang skala besar seperti PT Bahari Cakrawala Sebuku dan PT Arutmin tetap normal. Hal serupa dikemukakan, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Tambang dan Pemegang Kuasa Pertambangan (Aspektam) Kalsel M Sholihin. Ia menyatakan yang menyatakan berlarut-larutnya penyelesaian kasus tumpang tindih lahan ini membuat banyak perusahaan tambang mati. "Masalah ini tidak hanya memukul para pengusaha tetapi ribuan pekerja dan usaha masyarakat yang terkait sektor pertambangan," tegasnya. (MI/Dim) |





