11 Pelaut RI Diselamatkan Patroli Malaysia
Jumat, 19 Februari 2010 09:10

LINTAS INDONESIA-Sebanyak 11 pelaut Indonesia diselamatkan oleh Patroli Maritim Malaysia setelah terapung di laut selama delapan hari.


Para pelaut tersebut sebelumnya melarikan diri dari kepungan bajak laut, yang menahan kapal penarik mereka yang berbendera Singapura.

Menurut Kepala Patroli Maritim Malaysia di wilayah negara bagian Sabah Mohamad Taha Ibrahim, ke-11 pelaut tesebut ditemukan pada hari Kamis 18 Februari di Pulau Layang-Layang sekira 300 kilometer dari Kota Kinabalu.

“Sebanyak 11 pelaut yang berasal dari Indonesia diselamatkan oleh Angkatan Laut Malaysia, setelah mengapung selama delapan hari di laut. Mereka ditemukan dalam keadaan selamat namun kondisi mereka saat ini masih lemah,” ungkap Kepala Patroli Maritim Malaysia wilayah negara bagian Sabah, Mohamad Taha Ibrahim, seperti dikutip AFP, Jumat (19/2/2010).

 

“Kru tersebut hanyut cukup jauh di perairan Laut China Selatan. Mereka ditemukan dan kemudian diselamatkan setelah mendekati pos Angkatan Laut Malaysia di Pulau Layang-Layang,” lanjut Mohamad Taha Ibrahim.

Mohamad Taha menambahkan, jika hingga kini pihak berwenang Malaysia belum mengetahui seorang pelaut Indonesia lainnya yang dikabarkan turut menyelematkan diri saat kapal penarik mereka dibajak.

Taha menyatakan, jika ke-11 pelaut yang selamat tersebut saat telah diserahkan kepada pihak perwakilan diplomatik Indonesia di Sabah untuk dibawa kembali ke Indonesia. Sementara untuk kasus pembajakan yang dialami oleh awak Indonesia ini, pihak berwenang Malaysia masih terus melakukan penyelidikan.

Pelaut ini diketahui merupakan awak kapal penarik bernama Asta, yang berlayar dari Singapura ke Kamboja. Mereka dibajak pada 6 Februari lalu di luar Pulau Tioman yang berada di sebelah timur Semenanjung Malaysia.

Berdasarkan keterangan para pelaut, kapal tersebut diserang oleh sekelompok pembajak yang menggunakan topeng  dilengkapi dengan senjata api dan parang. Pembajak sempat menahan 11 dari 12 pelaut tersebut selama lima hari, sebelum akhirnya  dilepas di perairan. (Tammo/Ok)

 
Baner