ROKOK ELEKTRIK: JAWABAN PECANDU ROKOK
Kamis, 15 April 2010 03:05
LINTAS INDONESIA, Purwokerto; mulai beredarnya rokok elektrik di masyarakat, membuat Lindo melakukan penelusuran mengenai kelebihan dan keunggulan dari rokok elektri. Dalam investigasi ini Lindo menemui dr. ESc. E. Hanantoro (dokter spesialis di purwokerto). 
 
Dari keterangan beliau diperoleh keterangan bahwa: berdasarkan isu bahkan fakta yang ditemukan oleh peneliti Cristien Meinders ma dari Ein Dhoven Belanda bersama Prof. Simon Shapman (Profesor bidang kesehatan Masyarakat) dari Universitas Sidney Australia, bahwa dalam filter rokok ditemukan hemoglobin babi, sedangkan filter rokok sendiri dimaksudkan untuk menangkap bahan kimia berbahaya yang ada dalam rokok.

Selain itu beliau juga menyatakan bahwa penyebab kematian 10% penduduk dunia atau 1 dari 10 orang meninggal karena rokok. Diprediksikan pada tahun 2030 setiap 10 detik 1 orang meninggal karena rokok, 1 dari 6 manusia akan meninggal karena rokok dan separuh dari kematian ini akan terjadi pada usia pertengahan. Menurut WHO (sebagaimana disampaikan oleh dr. Hanantoro) bahwa Indonesia menduduki rangking ke-7 sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak dunia. Penelitian yang dilaksanakan oleh para ahli mendapatkan data bahwa asap rokok mengandung 4000 bahan kimia, 43 diantaranya karsinogenik (penyebab kanker).

Dari hasil wawancara dengan dokter Hanan menyebutkan bahwa bagi para pecandu rokok saat ini ada solusi untuk tetap merokok namun tidak mengganggu kesehatan, yaitu dengan hadirnya rokok elektronik atau e-cigarette, rokok elektirk adalah rokok jenis baru yang diharapkan dapat meminimzir pengaruh-pengaruh buruk dari rokok-rokok konvensional. rokok elektronik ini hanya mengandung nikotin dan propylene glycol saja. dr. Hanantoro mencoba membandingkan dengan rokok konvensional yang konon mengandung ratusan bahkan ribuan tonic yang berada didalamnya.

Pada kesempatan bertemu dengan dr. Hanantoro di sela-sela kesibukannya beliau menjelaskan bahwa bagi para perokok yang menginginkan tetap terjaga kesehatannya maka disarankan untuk menggunakan rokok elektronik (e-cigarette), karena pada rokok elektrik ini terdapat prosesor dan cartridge.

Prosesor pada rokok ini berfungsi untuk mendeteksi udara ketika si perokok menghisap, dan akan secara otomatis akan menyemprotkan kadar nikotin yang rendah dari cartridge. Rokok ini bekerja seperti rokok biasanya, tapi tentu bedanya rokok ini tidak mengadung nikotin, tar, dan karbon monoksida yang dapat mengganggu kesehatan.

Artinya bagi mereka yang masih menjadi perokok mungkin ini adalah alternatif yang bisa diambil untuk menjaga terus kesehatan, dengan rokok ini tidak diperlukan korek, asbak, dan tidak menyebabkan ruangan tidak berbau, jika asap kurang "ngebul" rokok bisa dicas kurang lebih 1 jam.

Dengan senyuman khasnya dr. Hanantoro menyampaikan "bukan hanya pulsa saja yang bisa isi ulang, tapi sekarang rokok pun dapat diisi ulang, berminat mencoba rokok ini silahkan hubungi saya". (Lindo/indra)

 
Baner