| Pengguna Jalan Raya Porong Sidoarjo Diimbau Tidak Menyalakan Rokok Saat Melintas |
| Jumat, 30 April 2010 05:39 |
|
“Saat ini yang menjadi ancaman bagi masyarakat yang melintasinya adalah bubble, tanah ambles, dan air,” ujar Karyadi di Surabaya, Jumat (30/4/2010).
Untuk memastikan keselamatan para pengguna jalan, BPLS terus melakukan pemantauan dengan menggunakan Geo Penetrating Radar (GPR). Alat yang didatangkan dari Amerika ini mampu mendeteksi kondisi tanah hingga kedalaman 30 meter. Karyadi menjelaskan, status siaga jika pengukuran Low Eksplosive Level (LEL) mencapai 10 persen, karena dalam radius 1 meter mudah terbakar. Sedangkan status bahaya jika LEL mencapai 50 persen, dan dalam radius 3 meter mudah terbakar. Sementara itu, BPLS memastikan dari 180 bubble yang pernah muncul di kawasan itu masih tersisa 81 bubble yang aktif dan 99 bubble telah mati. Adapun terkait kondisi tanah, BPLS menyatakan hingga saat ini kedalaman tanah yang ambles mencapai 140 cm. Tanah yang ambles ini ada dibawah sekitar eks Jembatan Tol Porong. Deputi Infrastruktur BPLS, Karyadi mengatakan, meski mulai ambles dan banyak muncul bubble, jalan yang menghubungkan Surabaya-Malang itu masih dinilai aman untuk dilewati, meski banyak keretakan jalan.(ok/dim) |
LINTAS INDONESIA - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengimbau kepada para pengguna jalan Raya Porong agar tidak sembarangan menyalakan korek api atau membuang puntung rokok.





