Obat Meringankan Penyakit Prostat
Senin, 03 Oktober 2011 20:03
Lintas Indonesia - Para ilmuwan di pengobatan herbal untuk penyakit pembesaran prostat yang bernama palmetto, melihat reaksi yang dihasilkan dari obat tersebut menyimpulkan palmetto hanya dapat meringankan gejala sedikit lebih efektif dibandingkan dengan jenis obat yang lain, ‘plasebo’.
Kesimpulan diambil dari studi banding terhadap ratusan pria berusia empat puluhan ketas. Dengan bertambahnya usia pria, kelenjar prostat sering menjadi lebih besar. Prostat mengelilingi urethra, yang membawa urin dari kandung kemih ke penis. Pembesaran prostat dapat menghambat aliran urin, dapat menyebabkan berbagai gejala.

Ada resep obat yang dapat meringankan gejala, namun pria lebih suka mengkonsumsi obat "alami". alternative ekstrak yang biasa digunakan adalah berasal dari pohon saw palmetto, banyak terdapat di Amerika bagian tenggara.

Gerald L. Andreiole dari Washington University Medical School di St Louis mengatakan, "Sebenarnya ekstrak ini sangat kompleks. cukup banyak kandungan bahan kimia yang berbeda serta molekul di dalamnya untuk meringankan penyakit prostat, dapat melancarkan buang air kecil, bahkan bisa memperkecil prostat," ujarnya yang ikut serta menulis dalam sebuah makalah tentang riset tersebut. . 

Didalam penelitian ini para pria dipilih secara acak dibagi menjadi dua kelompok - kelompok pertama mengkonsumsi saw palmetto dengan dosis yang cukup banyak, kelompok lain menerima plasebo - pil dummy. disebut penelitian double blind.

Mereka juga diminta mengisi kuesioner standar yang digunakan oleh urolog untuk menilai pembesaran prostat. termasuk pertanyaan-pertanyaan seperti, "Berapa kali Anda perlu bangun [untuk buang air kecil] di malam hari, seberapa sering Anda mengalami frekuensi, urgensi, rasa pengosongan kandung kemih tidak lengkap. Ini adalah skor gejala standar yang telah digunakan untuk menutup sampai 20 tahun. "

Pada akhir penelitian, setelah sekitar 16 bulan, Andriole mengatakan skor gejala ditingkatkan untuk kedua kelompok tersebut. "Tapi tidak ada perbedaan dalam besarnya gejala antara plasebo dan palmetto."

Kemudian dosis saw palmetto ditiingkatkan namun tidak ada pengaruh yang signifikan. Beberapa kritikus menemukan kesalahan didalam studi sebelumnya dan tidak menemukan manfaat dari saw palmetto..

Mengkonsumsi saw palmetto dapat dikatakan aman namun Andriole mengatakan tidak mempengaruhi kondisi prostat akut, "seperti infeksi saluran kemih, ketidakmampuan lengkap untuk buang air kecil, atau bahkan perlu untuk menjalani operasi. Obat-obatan kami telah secara signifikan dapat mengurangi penyakit tersebut di samping untuk meningkatkan gejalanya, " ujar Andriole.

Dengan adanya obat alternative seperti ‘saw palmetto’ bagi pasien yang mengkonsumsinya tidak menyadari bahwa kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi misalkan menimbulkan risiko yang lebih serius, seperti tahap awal kanker prostat. (Bri)
 
Baner