Siswi SMA Pingsan Usai UN Bahasa Inggris,Dia Ngaku Kaget Dengar Bunyi Lonceng PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Lintas Indonesia   
Selasa, 21 April 2009 09:54
LINTAS INDONESIA- Seorang siswi SMA Negeri 3 Purwokerto, Jawa Tengah, Arumi Rosmaningsih jatuh pingsan usai mengerjakan soal ujian nasinal (UN) Bahasa Inggris, Selasa (21/4). Setelah sadarkan diri, Arumi mengaku kaget ketika mendengar bunyi lonceng tanda berakhirnya waktu ujian. "Saat masih mengerjakan soal, saya bingung karena pengawas mondar-madir di ruang kelas. Bahkan saat saya kebingungan, pengawas justru mengatakan 'rasain'," katanya. Padahal berdasarkan peraturan, pengawas ujian tidak diperbolehkan mondar-mandir di dalam ruang kelas. Arumi mengaku semakin panik karena dari 50 soal yang terdiri menulis (writing) dan mendengarkan (listening), hanya 40 soal yang mampu dikerjakan dan sisanya dijawab tanpa melihat soal. Dia semakin panik ketika lonceng tanda berakhirnya ujian berbunyi sehingga tak sadarkan diri. Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Purwokerto, Sri Supriyanti mengakui, pelajaran Bahasa Inggris merupakan momok bagi siswa di sekolahnya akibat keterbatasan fasilitas yang dimiliki. Menurut dia, pihak sekolah sudah beberapa kali mengajukan permohonan pembuatan laboratorium bahasa tetapi hingga kini belum terpenuhi. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Purwadi Santoso mengakui masih minimnya fasilitas laboratorium bahasa pada sekolah di wilayahnya. "Meski demikian, sekolah dengan status rintisan berstandar internasional, sudah memiliki semuanya," katanya. Menurut dia, pihaknya terus berupaya agar semua sekolah memiliki laboratorium bahasa walau sulit terealisasi tahun ini. Menyinggung peserta UN tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Banyumas, dia mengatakan, diikuti oleh 15.087 siswa. Menurut dia, Dinas Pendidikan menargetkan tingkat kelulusan mencapai 93 persen dengan nilai rata-rata 6,8 seperti tahun sebelumnya. Terkait jumlah siswa yang tidak mengikuti UN, Ketua Panitia UN Rayon Banyumas Srie Yono mengatakan, sebanyak 109 siswa tidak hadir pada hari pertama UN pada Senin (20/4). Menurut dia, sebagian besar siswa yang tidak hadir itu karena sakit tetapi ada juga yang tanpa alasan. "Mereka yang tidak hadir masih diberi kesempatan mengikuti ujian susulan 27 April hingga 1 Mei mendatang," katanya. (Ant/TAMMO)
 
Baner