|
Pasca Pemilu,Sulawesi Tenggara Siaga Satu |
|
|
|
|
Ditulis oleh Lintas Indonesia
|
|
Rabu, 22 April 2009 07:15 |
|
LINTAS INDONESIA- Pasca pemilihan umum calon anggota legislatif dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang sudah memasuki proses rekapitulasi penghitungan suara, Sulawesi Tenggara (Sultra) dinyatakan siaga satu.
Sampai saat ini tidak ada indikasi adanya gangguan atau ancaman keamanan serangkaian proses pemilihan umum di daerah ini namun kewaspadaan harus ditingkatkan," kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Joko Satryo usai menghadiri rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat KPU Sultradi Kendari, Rabu (22/4).
Pimpinan partai politik, tim sukses calon legislatif, tokoh politik dan seluruh elemen di daerah ini diminta turut berperan menciptakan kondisi aman dan tertib sehingga predikat Sultra daerah teraman di Indonesia tidak sekadar slogan. Pihak-pihak yang tidak menerima atau merasa dirugikan pada pesta demokrasi pemilihan legislatif 9 April 2009 lalu diimbau agar menempuh mekanisme yang sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada, kata Kapolda Sultra.
Penjagaan diperketat
Pantauan di kantor KPU Sultra memperlihatkan bahwa sejak pagi ketika dimulainya rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu pengamanan oleh unsur kepolisian diperketat. Akses jalan menuju kantor KPU Sultra melalui Jl Tebaonunggu dan Jl Saranani dialihkan ke jalur alternatif.
Jalan Tebaonunggu tepatnya di depan kantor KPU dipasangi kawat berduri, satu unit kendaraan water canon disiagakan serta anjing pelacak ditempatkan di halaman kantor KPU. Setiap akses jalan menuju kantor KPU dijaga ketat aparat kepolisian dengan kekuatan mencapai 800 personil, termasuk dari pasukan elit Brigade Mobil (Brimob) Polda Sultra.
Beberapa orang yang tergabung dalam lembaga advokasi tertentu yang berencana menggelar aksi unjuk rasa mengurungkan niat. "Kami pantau dulu situasi. Kalau memungkinkan kita aksi tetapi tidak akan memaksakan diri," kata seseorang yang menyembunyikan pengeras suara dalam tasnya.
Setiap tamu yang memasuki halaman kantor KPU menjalani pemeriksaan untuk memastikan yang bersangkutan tidak membawa benda atau barang yang membahayakan. Pemeriksaan di halaman dan depan kantor KPU cukup ketat sehingga panitia hanya membolehkan orang-orang masuk ke dalam ruangan rapat pleno bagi mereka yang memiliki tanda pengenal khusus. Itu pun diharuskan menitipkan telepon genggam kepada panitia yang sudah menyiapkan kardus di depan pintu masuk. (Ant/YUNUS)
|