| Kodam Jaya Tingkatkan Peran Intelejen |
|
|
|
| Ditulis oleh Tammo Hidayat |
| Selasa, 11 Agustus 2009 08:13 |
|
LINTAS INDONESIA - Menjelang perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus 2009, situasi ibukota dinilai kondusif. Namun, TNI menggalakkan peran intelijen untuk mengantisipasi kondisi tidak terkendali. Hal tersebut disampaikan Panglima Daerah Militer DKI Jaya Mayjen Darpito di Jakarta, Selasa (11/8). "Saya selalu menekankan bahwa semakin kondusif berarti semakin waspada. Karena, kondusifitas ini bisa membuat kita terlena dan lengah," katanya. Pihaknya, ujar dia, akan berusaha semaksimal mungkin dalam pengamanan kondisi untuk perayaan 17 Agustus mendatang. Tidak ada cerita lain, tandas dia, bahwa TNI harus all out. Dalam situasi kali ini, Pangdam Jaya telah menginstruksikan peningkatan fungsi intelijen dengan mengaktifkan peran intel teritorial. Ini penting, sambungnya, untuk menentukan strategi berikutnya. "Kodam Jaya meningkatkan fungsi intel teritorial. Jadi, fungi intelijen kita tingkatkan karena berangkat dari intelijen ini kita bisa melakukan langkah-langkah untuk membuat strategi-strategi berikutnya," cetusnya. Data-data intelijen tersebut, lanjut dia, kemudian dilaporkan kepada kepolisian sebagai pihak yang bertanggungjawab menangani keamanan masyarat. Adanya desk antiteror, kedua institusi memiliki wadah untuk saling berbagi informasi seusai informasi tersebut diolah. Ini, sahutnya, merupakan komitmen bersama dari keduanya dalam penanganan terorisme. "Kita sudah komitmen bersama. Apa yang kita punya kita informasikan ke Polda dan sebaliknya. Kerja sama ini tidak hanya Polda, tetapi kita bekerjasama dengan kejaksaan, bea cukai, dan lainnya," pungkasnya. (MI/Tammo) |








